Pages

Ads 468x60px

Jumat, 12 Juli 2013

DOA PEMBUKA DAN PENUTUP



Do'a Pembuka Acara
Hadirin sekalian, Marilah kita tundukkan kepala, hati, dan jiwa kita kepada Allah SWT.  untuk memohon keridhoanNYA atas apa yang akan kita lakukan di sini. ***
A’udzubillahi minasysyaithannirrajim 
Bismillahirrahmaanirrahiim 
Alhamdulillahirabbil’alamin, hamdan yuwafi ni’amahu Wayukafi maziidah, Ya rabbana walakal hamdu, walakasy syukru  kamaa yambaghi lijalali wajhikal kariim wa'adziima sulthoonik. Allahumma shalli wa salim ala Muhammadin wa ‘ala alihi wa shahbihi ajmain. 


Hadirin sekalian, Marilah kita tundukkan kepala, hati, dan jiwa kita kepada Allah SWT.  untuk memohon keridhoanNYA atas apa yang akan kita lakukan di sini. ***

A’udzubillahi minasysyaithannirrajim 
Bismillahirrahmaanirrahiim 
Alhamdulillahirabbil’alamin, hamdan yuwafi ni’amahu Wayukafi maziidah, Ya rabbana walakal hamdu, walakasy syukru  kamaa yambaghi lijalali wajhikal kariim wa'adziima sulthoonik. Allahumma shalli wa salim ala Muhammadin wa ‘ala alihi wa shahbihi ajmain. 

Allahumma Ya Allah Ya Tuhan kami...
Dengan mengucapkan puji dan syukur kehadirat-MU, atas segala rahmat dan karunia-MU yang telah ENGKAU limpahkan kepada kami, kepada para pemimpin kami, kepada masyarakat dan negara kami ini.

Allahumma Ya Allah Ya Rabbana Ya Karim..
Jadikanlah acara seminar ini sebagai majelis ilmu yang bermanfaat, yang membuahkan hasil bermanfaat bagi kesehatan dan keselamatan masyarakat dan negara kami.
Ya Allah Ya Rabbana..
Acara ini ditujukan tidaklain hanya untuk memmperoleh ridho-MU semata, untuk itu berilah petunjuk dan bimbingan kepada kami agar kami dapat menjalankannya dengan baik, demi kesehatan dan keselamatan masyarakat kami di masa yang akan datang.
Ya Allah ya tuhan…
Berikanlah kami banyak ilmu dan berikanlah kemudahan kepada  kami untuk memahaminya

Anugrakanlah kepada kami apa-apa yang telah engkau anugrahkan kepada hamba-hambaMu yang sholeh.

Allahumma Yaa Allah, Yang Maha Pengampun...
Dalam kekhusu’an dan ketundukan hati, kami memohon Ampunan pada Mu atas segala dosa dan kesalahan kami, dosa pemimpin kami, guru-guru kami,  serta dosa dan kesalahan kedua orang tua kami. Perkenankanlah doa dan pinta kami ini.

Ya Allah Ya Rabbana...
Acara yang kami laksanakan ini sebagai ungkapan rasa syukur kami, untuk memperoleh ridho-MU semata, kami mohonkan petunjuk dan bimbinganMU kepada kami agar kami dapat menjalankannya dengan baik. Sehingga kami dapat senantiasa memetik hikmah dalam semnar ini
Allahumma Ya Allah  Ya Karim,...
Jadikanlah kami semua yang hadir di sini, Mahasiswa yang memiliki sifat amanah dan jujur dalam hidup dan kehidupan kami. Ya Allah, hanya kepada-MU kami melakukan pengabdian dan hanya kepada-MU kami memohon pertolongan. Anugrahkanlah kepada kami tekad, kekuatan, keikhlasan, lindungan, dan bimbingan untuk menjalankan amanah.

Rabbana taqabbalminna innaka antassami’ul alim, watub ‘alaina innaka antattauwaburrahim. 
Amin Ya Allah Ya Rabbal ‘alamin

DOA PENUTUP SEMINAR

Assalamu'alaikum wr.wb.

Bapak dan Ibu serta para hadirin sekalian marilah kita tundukkan kepala,  sejenak bermunajat kepada Allah semoga kita selalu diridhoi olehNya dan semua yang kita lakukan tercatat sebagai pahala sisiNya. Amiiin.

Audzubillahiminasy syaithannirrajim
Bismillahirrahmaanirrahiim

Alhamdulillahirabbil’alamin.
Hamdan yuwafi ni’amahu wayukafi mazidah. Ya rabbana lakal hamdu kama yanbaghii li jalali wajhika wa’azimi sultanik. Allahumma Sali ‘ala saidina muhammadin wa’ala ali sayidana Muhammad.


Allahumma Ya Allah ….
Pada hari ini kami telah selesai melaksanakan seminar internasional, Seminar ini sangat besar sekali manfaatnya bagi kami,  untuk itu ya Allah, tanamkan sifat rahman dan rahim-MU kepada kami, sehingga dapat berkiprah dalam pembangunan ilmu pengetahuan
Dengan telah berakhirnya kegiatan ini, kiranya ENGKAU dapat melimpahkan kekuatan dan pengetahuan luas kepada kami serta  pahamkanlah kami dengan semua yang kami dengar dan kami lihat
Ya Allah Ya tuhan kami..
Jadikanlah semua yang kami lakukakan sebagai amal ibadah disisimu

Ya Allah ya tuhan…
Berikanlah kami banyak ilmu dan berikanlah kemudahan kepada  kami untuk memahaminya

Anugrakanlah kepada kami apa-apa yang telah engkau anugrahkan kepada hamba-hambaMu yang sholeh.

Rabbana atina fiddunya hasanah wafil akhirati hasanahtau wakina ‘azabannar
Subhanarabbika rabbil ‘izati ama yasifuna wasalamun ‘alamursalin walhamdulillahi rabbil ‘alamin.

Wasalam

B. Do'a Penutup Acara
Audzubillahiminasy syaithannirrajim 
Bismillahirrahmaanirrahiim 
Alhamdulillahirabbil’alamin, hamdan yuwafi nikmahu Ya rabbana walakal hamdu, walaka syukru 
Allahumma shalli ala Muhammadin fil awwalina wal akhirin 

Allahumma Ya Allah, Ya Tuhan kami... 
Tiada henti-hentinya kami memuji kebesaran dan keagunganMu atas segala rahmat karunia-MU yang telah ENGKAU limpahkan kepada kami, pada hari ini dengan penuh keakraban dan bahagia ini kami hadir di sini kiranya ENGKAU memberikan barokah dan ridho-MU dalam acara yang telah selesai kami laksanakan ini.

Ya Allah Ya Tuhan Yang Maha Lembut...
Acara ini sangat besar sekali arti dan maknanya bagi kami, terutama menjalin hubungan selaturrahim antara kami, untuk itu ya Allah, tanamkan sifat rahman dan rahim-MU kepada kami sekalian sehingga dapat berkiprah dengan jujur dalam setiap tindakan.


رَبِّ  Ø§Ø¬ْعَÙ„ْ Ù‡َذَا الْعَÙ…َÙ„ُ صَالِØ­ًا ÙˆَÙ„ِÙˆَ جْÙ‡ِÙƒَ الْÙƒَرِÙŠْÙ…ِ رَبَّÙ†َا Ø®َالِصًا
ولا تجعل لنا منه حظا ولا للشيطان منه نصيبا
وبقبله منا ياربنا بقبول حسن                  


Rabbij'al haadzal 'amalu shoolihan, waliwajhikal kariimi khoolishan
Wala taj'al lana minhu Khazzan, wala lisyyaithooni minhu nashiiban
wataqabbalahu minna yaa rabbana biqabuulin hasanin.


Allahumma Ya Allah, Ya Tuhan kami...
Dengan telah berakhirnya Acara Ulang Tahun Bloggerbekasi ini kiranya Ya Allah, ENGKAU dapat menambahkan ilmu pengetahuan yang bermanfaat, kekuatan kepada kami semua dan ENGKAU tumbuhkan rasa persaudaraan, persatuan yang kokoh di antara agar senantiasa terjalin dengan baik dan utuh.



Rabbana atina fiddunya hasanah wa fil akhirati hasanah wa qina ‘adzaaban naar 
Subhanallah, subhanarabbikal rabbil 'izzati amma yasifuun wassalamu 'alal mursaliin Walhamdulillahrabbil alamin...










Puasa (untuk) Kesehatan Jasmani dan Rohani

Ramadhan merupakan bulan yang dinanti umat Islam. Pahala yang berlimpah seolah menjadi gula bagi siapapun yang rindu akan hadirnya bulan penuh rahmat ini. Tak heran, jika umat muslim, sedari jauh hari berusaha mempersiapkan segala hal yang menyangkut Ramadhan. Ada yang sibuk menyiapkan persediaan makanan untuk sebulan penuh selama puasa. Ada yang sibuk mempersiapkan kebugaran fisik. Dan berbagai persiapan yang bersifat materi lainnya guna menjadikan puasa bernilai di mata Allah, hingga dosa yang telah lalu mendapat ampunan. Hal ini selaras dengan sabda Rasul Saw. “Barangsiapa yang berpuasa pada bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan rasa harap, maka akan diampunilah dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Al Bukhari 2014 dan Muslim 760)
m. Puasa bukan hanya berhenti pada menahan lapar dan dahaga. Puasa bukan pula berhenti pada menahan hawa nafsu semata. Lebih dari itu, puasa berfungsi untuk menumbuhkan keimanan para penganutnya. Puasa memiliki nilai yang jauh lebih tinggi daripada itu semua, yaitu mendekatkan hamba pada Sang Pencipta. Itu sebabnya, urusan puasa ini, dalam hadis qudsi, Allah menjelaskan, “Segala amal ibadah anak Adam adalah baginya, kecuali puasa adalah bagi-Ku (Allah), dan Aku lah yang akan membalasnya.”Oleh karena itu, dalam mempersiapakan puasa ini, persiapan yang bersifat materi saja, tidaklah cukup. Sebab, puasa pada hakikatnya berfungsi untuk memperbaiki kesehatan manusia, baik secara fisik maupun rohani. Jika kesehatan fisik ini dilakukan dengan mengatur dan mengkombinasikan menu makanan di waktu buka dan sahur, kesehatan rohani ini dapat kita atur dan diperoleh melalui latihan yang bersifat kontinu-terus menerus, sehingga nilai puasa tidak hanya berhenti pada Ramadhan.  
Latihan yang terus menerus ini tentu harus dilakukan sesuai anjuran Muhammad Saw. Sebagaimana disebutkan dalam hadis “Telah kutinggalkan untukmu dua perkara, yang menjadikanmu tidak sesat selama berpegang kepada keduanya, (yaitu) Kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya. (Hadits Shahih Lighairihi, H.R. Malik; al-Hakim, al-Baihaqi, Ibnu Nashr, Ibnu Hazm. Dishahihkan oleh Syaikh Salim al-Hilali di dalam At Ta’zhim wal Minnah fil Intisharis Sunnah, hlm. 12-13).

Mengatasi pesan An error occurred while trying to save or publish your post. Please try again


Thanks telah berkunjung, silahkan baca dan praktek :D
Mengatasi pesan An error occurred while trying to save or publish your post. Please try again. Beberapa waktu ini, ketika kita hendak mempublis postingan kita sering muncul pesan galat post yang berbunyi "An error occurred while trying to save or publish your post. Please try again". Setelah cek ulang post yang kita buat, ternyata tidak ada kesalahan, yang di mana biasanya pesan ini akan muncul jika kita salah dalam penulisan code tag apa pun, misalnya: kita menerapkan suatu fitur atau widget yang pada awalannya menggunakan <div> dan pada akhir kode tersebut tidak kita tutup dengan close tag </div> maka pesan "An error occurred while trying to save or publish your post. Please try again" akan muncul secara natural sebagai peringatan kesalahan dalam penulisan kode dalam post template kita.

Namun untuk waktu-waktu dekat ini, pesan tersebut muncul begitu saja tanpa ada sebab yang jelas. Ada apa gerangan?

Sebenarnya munculnya peringatan ini tidak begitu masalah, hanya saja benar-benar mengganggu kalau dalam waktu 30 detik peringatan ini terus muncul lebih dari satu kali...benar-benar mengganggu konsentrasi dan pemandangan ketika kita sedang membuat post baru.

Cara untuk menghilangkan pesan ini sebenarnya bisa dikatakan mudah => Klik "Ignore warning", maka akan hilang seketika. Lalu bagaimana jika masih muncul juga?

Ikuti tips "Mengatasi pesan An error occurred while trying to save or publish your post. Please try again" berikut ini:

1. Jika sobat yakin telah selesai menulis post dan sekarang lah waktunya untuk publish, maka kliklah tombol "save" (usahakan untuk mengklik tombol "publish" dulu, jika gagal itu baru klik tombol "save")

2. Sekarang, silahkan untuk mengklik pada bagian yang telah saya tandai dengan warna merah berikut...

Selanjutnya sobat akan dibawa ke halaman "all posts" (halaman pengeditan semua post, termasuk: published posts dan draft). Berikut adalah post sobat yang yang telah berhasil ditulis namun belum dipublis (ilustrasi: post draft ane):

3. Langkah selanjutnya, centang aja post tersebut lalu klik tombol "Publish". Selesai...

Sekarang post sobat telah berhasil di-publish. Jika masih ada masalah...silahkan untuk meninggalkan pertanyaan atau komentar. Thanks

Semoga bermanfaat

Kamis, 11 Juli 2013

PERKEMBANGAN ANTROPOLOGI

BAB 1. PENDAHULUAN 
A. Latar Belakang Seorang filsuf China; Lao Chai, pernah berkata bahwa suatu perjalanan yang bermil-mil jauhnya dimulai dengan hanya satu langkah. Langkah manusia yang disebut filsuf itu tak lain adalah antropologi. Benda apa yang disebut dengan Antropologi itu? Beberapa atau bahkan banyak orang mungkin sudah pernah mendengarnya. Beberapa orang mungkin mempunyai ide-ide tentang Antropologi yang didapat melalui berbagai media baik media cetak maupun media elektronik. Beberapa orang lagi bahkan mungkin sudah pernah membaca literature-literature atau tulisan-tulisan tentang Antropologi. Banyak orang berpikir bahwa para ahli Antropologi adalah ilmuwan yang hanya tertarik pada peninggalan-peninggalan masa lalu; Antroplogi bekerja menggali sisa-sisa kehidupan masa lalu untuk mendapatkan pecahan guci-guci tua, peralatan –peralatan dari batu dan kemudian mencoba memberi arti dari apa yang ditemukannya itu. Pandangan yang lain mengasosiasikan Antropologi dengan teori Evolusi dan mengenyampingkan kerja dari Sang Pencipta dalam mempelajari kemunculan dan perkembangan mahluk manusia. Masyarakat yang mempunyai pandangan yang sangat keras terhadap penciptaan manusia dari sudut agama kemudian melindungi bahkan melarang anak-anak mereka dari Antroplogi dan doktrin-doktrinnya. Bahkan masih banyak orang awam yang berpikir kalau Antropologi itu bekerja atau meneliti orang-orang yang aneh dan eksotis yang tinggal di daerah-daerah yang jauh dimana mereka masih menjalankan kebiasaan-kebiasaan yang bagi masyarakat umum adalah asing. Semua pandangan tentang ilmu Antroplogi ini pada tingkat tertentu ada benarnya, tetapi seperti ada cerita tentang beberapa orang buta yang ingin mengetahui bagaimana bentuk seekor gajah dimana masing-masing orang hanya meraba bagian-bagian tertentu saja sehingga anggapan mereka tentang bentuk gajah itupun menjadi bermacam-macam, terjadi juga pada Antropologi. Pandangan yang berdasarkan informasi yang sepotong-sepotong ini mengakibatkan kekurang pahaman masyarakat awam tentang apa sebenarnya Antropologi itu. Antropologi memang tertarik pada masa lampau. Mereka ingin tahu tentang asal-mula manusia dan perkembangannya, dan mereka juga mempelajari masyarakat-masyarakat yang masih sederhana (sering disebut dengan primitif). Tetapi sekarang Antropologi juga mempelajari tingkah-laku manusia di tempat-tempat umum seperti di restaurant, rumah-sakit dan di tempat-tempat bisnis modern lainnya. Mereka juga tertarik dengan bentuk-bentuk pemerintahan atau negara modern yang ada sekarang ini sama tertariknya ketika mereka mempelajari bentuk-bentuk pemerintahan yang sederhana yang terjadi pada masa lampau atau masih terjadi pada masyarakat-masyarakat di daerah yang terpencil.

 B. Rumusan Masalah Berdasarkan penjelasan pada latar belakang di atas, maka permasalahan yang akan dibahas dalam makalah ini adalah bagaimana perkembangan antropologi dalam kaitannya dengan perkembangan budaya.
C. Tujuan Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui bagaimana perkembangan antropologi dalam kaitannya dengan perkembangan budaya.
D. Manfaat Adapun manfaat penulisan makalah ini adalah sebagai wadah bagi kami untuk mengembangkan wawasan yang berkaitan dengan perkembangan antropologi dalam kaitannya dengan perkembangan budaya.
BAB 2. ISI DAN PEMBAHASAN 
 A. Pengertian Antropologi Antropologi berasal dari kata anthropos yang berarti "manusia", dan logos yang berarti ilmu. Antropologi mempelajari manusia sebagai makhluk biologis sekaligus makhluk sosial, jadi antropologi adalah salah satu cabang ilmu pengetahuan sosial yang mempelajari tentang budaya masyarakat suatu etnis tertentu. Antropologi lahir atau muncul berawal dari ketertarikan orang-orang Eropa yang melihat ciri-ciri fisik, adat istiadat, budaya yang berbeda dari apa yang dikenal di Eropa. Terbentuklah ilmu antropologi dengan melalui beberapa fase. Antropologi lebih memusatkan pada penduduk yang merupakan masyarakat tunggal, tunggal dalam arti kesatuan masyarakat yang tinggal daerah yang sama, antropologi mirip seperti sosiologi tetapi pada sosiologi lebih menitik beratkan pada masyarakat dan kehidupan sosialnya. Menurut William A. Haviland, antropologi adalah studi tentang umat manusia, berusaha menyusun generalisasi yang bermanfaat tentang manusia dan perilakunya serta untuk memperoleh pengertian yang lengkap tentang keanekaragaman manusia. Sedangkan David Hunter memberikan pendapatnya bahwa antropologi adalah ilmu yang lahir dari keingintahuan yang tidak terbatas tentang umat manusia. Selanjutnya Koentjaraningrat menyatakan antropologi adalah ilmu yang mempelajari umat manusia pada umumnya dengan mempelajari aneka warna, bentuk fisik masyarakat serta kebudayaan yang dihasilkan. Dari definisi tersebut, dapat disusun pengertian sederhana antropologi, yaitu sebuah ilmu yang mempelajari manusia dari segi keanekaragaman fisik serta kebudayaan (cara-cara berprilaku, tradisi-tradisi, nilai-nilai) yang dihasilkan sehingga setiap manusia yang satu dengan yang lainnya berbeda-beda.
B. Pengertian Budaya Kebudayaan didefinisikan sebagai keseluruhan pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial yang digunakannya untuk memahami dan menginterprestasikan lingkungan dan pengalamanya, serta menjadi landasan bagi tingkah-lakunya. Dengan demikian, kebudayaan merupakan serangkaian aturan-aturan, petunjuk-petunjuk, rencana-rencana, dan strategi-strategi yang terdiri atas serangkaian model-model kognitif yang dipunyai oleh manusia, dan digunakannya secara selektif dalam menghadapi lingkungannya sebagaimana terwujud dalam tingkah-laku dan tindakan-tindakannya. Kebudayaan dapat didefinisikan sebagai suatu keseluruhan pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial yang digunakan untuk memahami dan menginterpretasikan lingkungan dan pengalamannya, serta menjadi pedoman bagi tingkah lakunya. Sebagai pengetahuan, kebudayaan adalah suatu satuan ide yang ada dalam kepala manusia dan bukan suatu gejala (yang terdiri atas kelakuan dan hasil kelakuan manusia). Sebagai satuan ide, kebudayaan terdiri atas serangkaian nilai-nilai, norma-norma yang berisikan larangan-larangan untuk melakukan suatu tindakan dalam menghadapi suatu lingkungan sosial, kebudayaan, dan alam, serta berisi serangkaian konsep-konsep dan model-model pengetahuan mengenai berbagai tindakan dan tingkah laku yang seharusnya diwujudkan oleh pendukungnya dalam menghadapi suatu lingkungan sosial, kebudayaan, dan alam. Jadi nilai-nilai tersebut dalam penggunaannya adalah selektif sesuai dengan lingkungan yang dihadapi oleh pendukungnya. Dari beberapa sisi, kebudayaan dapat dipandang sebagai: (1) Pengetahuan yang diyakini kebenarannya oleh masyarakat yang memiliki kebudayaan tersebut; (2) Kebudayaan adalah milik masyarakat manusia, bukan daerah atau tempat yang mempunyai kebudayaan tetapi manusialah yang mempunyai kebudayaan; (3) Sebagai pengetahuan yang diyakini kebenarannya, kebudayaan adalah pedoman menyeluruh yang mendalam dan mendasar bagi kehidupan masyarakat yang bersangkutan; (4) Sebagai pedoman bagi kehidupan, kebudayaan dibedakan dari kelakuan dan hasil kelakuan; karena kelakuan itu terwujud dengan mengacu atau berpedoman pada kebudayaan yang dipunyai oleh pelaku yang bersangkutan. C. Hubungan Antropologi dan Budaya Kata Kebudayaan atau budaya adalah kata yang sering dikaitkan dengan Antropologi. Secara pasti, Antropologi tidak mempunyai hak eksklusif untuk menggunakan istilah ini. Seniman seperti penari atau pelukis juga memakai istilah ini atau diasosiasikan dengan istilah ini, bahkan pemerintah juga mempunyai departemen untuk ini. Konsep ini memang sangat sering digunakan oleh Antropologi dan telah tersebar kemasyarakat luas bahwa Antropologi bekerja atau meneliti apa yang sering disebut dengan kebudayaan. Seringnya istilah ini digunakan oleh Antropologi dalam pekerjaan-pekerjaannya bukan berarti para ahli Antropolgi mempunyai pengertian yang sama tentang istilah tersebut. Seorang Ahli Antropologi yang mencoba mengumpulkan definisi yang pernah dibuat mengatakan ada sekitar 160 defenisi kebudayaan yang dibuat oleh para ahli Antropologi. Tetapi dari sekian banyak definisi tersebut ada suatu persetujuan bersama diantara para ahli Antropologi tentang arti dari istilah tersebut. Salah satu definisi kebudayaan dalam Antropologi dibuat seorang ahli bernama Ralph Linton yang memberikan defenisi kebudayaan yang berbeda dengan pengertian kebudayaan dalam kehidupan sehari-hari: “Kebudayaan adalah seluruh cara kehidupan dari masyarakat dan tidak hanya mengenai sebagian tata cara hidup saja yang dianggap lebih tinggi dan lebih diinginkan”. Jadi, kebudayaan menunjuk pada berbagai aspek kehidupan. Istilah ini meliputi cara-cara berlaku, kepercayaan-kepercayaan dan sikap-sikap, dan juga hasil dari kegiatan manusia yang khas untuk suatu masyarakat atau kelompok penduduk tertentu. Seperti semua konsep-konsep ilmiah, konsep kebudayaan berhubungan dengan beberapa aspek “di luar sana” yang hendak diteliti oleh seorang ilmuwan. Konsep-konsep kebudayaan yang dibuat membantu peneliti dalam melakukan pekerjaannya sehingga ia tahu apa yang harus dipelajari. Salah satu hal yang diperhatikan dalam penelitian Antropologi adalah perbedaan dan persamaan mahluk manusia dengan mahluk bukan manusia seperti simpanse atau orang-utan yang secara fisik banyak mempunyai kesamaan-kesamaan. Bagaimana konsep kebudayaan membantu dalam membandingkan mahluk-mahluk ini? Isu yang sangat penting disini adalah kemampuan belajar dari berbagai mahluk hidup. Lebah melakukan aktifitasnya hari demi hari, bulan demi bulan dan tahun demi tahun dalam bentuk yang sama. Setiap jenis lebah mempunyai pekerjaan yang khusus dan melakukan kegiatannya secara kontinyu tanpa memperdulikan perubahan lingkungan disekitarnya. Lebah pekerja terus sibuk mengumpulkan madu untuk koloninya. Tingkah laku ini sudah terprogram dalam gen mereka yang berubah secara sangat lambat dalam mengikuti perubahan lingkungan di sekitarnya. Perubahan tingkah laku lebah akhirnya harus menunggu perubahan dalam gen nya. Hasilnya adalah tingkah-laku lebah menjadi tidak fleksibel. Berbeda dengan manusia, tingkah laku manusia sangat fleksibel. Hal ini terjadi karena kemampuan yang luar biasa dari manusia untuk belajar dari pengalamannya. Benar bahwa manusia tidak terlalu istimewa dalam belajar karena mahluk lainnya pun ada yang mampu belajar, tetapi kemampuan belajar dari manusia sangat luar-biasa dan hal lain yang juga sangat penting adalah kemampuannya untuk beradaptasi dengan apa yang telah dipelajari itu. PEMBAHASAN A. Perkembangan Antropologi Seperti halnya Sosiologi, Antropologi sebagai sebuah ilmu juga mengalami tahapan-tahapan dalam perkembangannya. Koentjaraninggrat menyusun perkembangan ilmu Antropologi menjadi empat fase sebagai berikut: 1. Fase Pertama (Sebelum tahun 1800-an) Sekitar abad ke-15-16, bangsa-bangsa di Eropa mulai berlomba-lomba untuk menjelajahi dunia. Mulai dari Afrika, Amerika, Asia, hingga ke Australia. Dalam penjelajahannya mereka banyak menemukan hal-hal baru. Mereka juga banyak menjumpai suku-suku yang asing bagi mereka. Kisah-kisah petualangan dan penemuan mereka kemudian mereka catat di buku harian ataupun jurnal perjalanan. Mereka mencatat segala sesuatu yang berhubungan dengan suku-suku asing tersebut. Mulai dari ciri-ciri fisik, kebudayaan, susunan masyarakat, atau bahasa dari suku tersebut. Bahan-bahan yang berisi tentang deskripsi suku asing tersebut kemudian dikenal dengan bahan etnogragfi atau deskripsi tentang bangsa-bangsa. Bahan etnografi itu menarik perhatian pelajar-pelajar di Eropa. Kemudian, pada permulaan abad ke-19 perhatian bangsa Eropa terhadap bahan-bahan etnografi suku luar Eropa dari sudut pandang ilmiah, menjadi sangat besar. Karena itu, timbul usaha-usaha untuk mengintegrasikan seluruh himpunan bahan etnografi. 2. Fase Kedua (tahun 1800-an) Pada fase ini, bahan-bahan etnografi tersebut telah disusun menjadi karangan-karangan berdasarkan cara berpikir evolusi masyarakat pada saat itu. masyarakat dan kebudayaan berevolusi secara perlahan-lahan dan dalam jangka waktu yang lama. Mereka menganggap bangsa-bangsa selain Eropa sebagai bangsa-bangsa primitif yang tertinggal, dan menganggap Eropa sebagai bangsa yang tinggi kebudayaannya Pada fase ini, Antopologi bertujuan akademis, mereka mempelajari masyarakat dan kebudayaan primitif dengan maksud untuk memperoleh pemahaman tentang tingkat-tingkat sejarah penyebaran kebudayaan manusia. 3. Fase Ketiga (awal abad ke-20) Pada fase ini, negara-negara di Eropa berlomba-lomba membangun koloni di benua lain seperti Asia, Amerika, Australia dan Afrika. Dalam rangka membangun koloni-koloni tersebut, muncul berbagai kendala seperti serangan dari bangsa asli, pemberontakan-pemberontakan, cuaca yang kurang cocok bagi bangsa Eropa serta hambatan-hambatan lain. Dalam menghadapinya, pemerintahan kolonial negara Eropa berusaha mencari-cari kelemahan suku asli untuk kemudian menaklukannya. Untuk itulah mereka mulai mempelajari bahan-bahan etnografi tentang suku-suku bangsa di luar Eropa, mempelajari kebudayaan dan kebiasaannya, untuk kepentingan pemerintah kolonial. 4. Fase Keempat (setelah tahun 1930-an) Pada fase ini, Antropologi berkembang secara pesat. Kebudayaan-kebudayaan suku bangsa asli yang di jajah bangsa Eropa, mulai hilang akibat terpengaruh kebudayaan bangsa Eropa. Pada masa ini pula terjadi sebuah perang besar di Eropa, Perang Dunia II. Perang ini membawa banyak perubahan dalam kehidupan manusia dan membawa sebagian besar negara-negara di dunia kepada kehancuran total. Kehancuran itu menghasilkan kemiskinan, kesenjangan sosial, dan kesengsaraan yang tak berujung. Namun pada saat itu juga, muncul semangat nasionalisme bangsa-bangsa yang dijajah Eropa untuk keluar dari belenggu penjajahan. Sebagian dari bangsa-bangsa tersebut berhasil mereka. Namun banyak masyarakatnya yang masih memendam dendam terhadap bangsa Eropa yang telah menjajah mereka selama bertahun-tahun. Proses-proses perubahan tersebut menyebabkan perhatian ilmu antropologi tidak lagi ditujukan kepada penduduk pedesaan di luar Eropa, tetapi juga kepada suku bangsa di daerah pedalaman Eropa seperti suku bangsa Soami, Flam dan Lapp. Dalam kenyataannya, Antropologi mempelajari semua mahluk manusia yang pernah hidup pada semua waktu dan semua tempat yang ada di muka bumi ini. Mahluk manusia ini hanyalah satu dari sekian banyak bentuk mahluk hidup yang ada di bumi ini yang diperkirakan muncul lebih dari 4 milyar tahun yang lalu. Antropologi bukanlah satu satunya ilmu yang mempelajari manusia. Ilmu-ilmu lain seperti ilmu Politik yang mempelajari kehidupan politik manusia, ilmu Ekonomi yang mempelajari ekonomi manusia atau ilmu Fisiologi yang mempelajari tubuh manusia dan masih banyak lagi ilmuilmu lain, juga mempelajari manusia. Tetapi ilmu-ilmu ini tidak mempelajari atau melihat manusia secara menyeluruh atau dalam ilmu Antropologi disebut dengan Holistik, seperti yang dilakukan oleh Antropologi. Antropologi berusaha untuk melihat segala aspek dari diri mahluk manusia pada semua waktu dan di semua tempat, seperti: Apa yang secara umum dimiliki oleh semua manusia? Dalam hal apa saja mereka itu berbeda? Mengapa mereka bertingkah-laku seperti itu? Ini semua adalah beberapa contoh pertanyaan mendasar dalam studi-studi Antropologi. B. Antropologi Sosial-Budaya Antropologi Sosial-Budaya atau lebih sering disebut Antropologi Budaya berhubungan dengan apa yang sering disebut dengan Etnologi. Ilmu ini mempelajari tingkah-laku manusia, baik itu tingkah-laku individu atau tingkah laku kelompok. Tingkah-laku yang dipelajari disini bukan hanya kegiatan yang bisa diamati dengan mata saja, tetapi juga apa yang ada dalam pikiran mereka. Pada manusia, tingkah-laku ini tergantung pada proses pembelajaran. Apa yang mereka lakukan adalah hasil dari proses belajar yang dilakukan oleh manusia sepanjang hidupnya disadari atau tidak. Mereka mempelajari bagaimana bertingkah-laku ini dengan cara mencontoh atau belajar dari generasi diatasnya dan juga dari lingkungan alam dan sosial yang ada disekelilingnya. Inilah yang oleh para ahli Antropologi disebut dengan kebudayaan. Kebudayaan dari kelompok-kelompok manusia, baik itu kelompok kecil maupun kelompok yang sangat besar inilah yang menjadi objek spesial dari penelitian-penelitian Antropologi Sosial Budaya. Dalam perkembangannya Antropologi Sosial-Budaya ini memecah lagi kedalam bentuk-bentuk spesialisasi atau pengkhususan disesuaikan dengan bidang kajian yang dipelajari atau diteliti. Antroplogi Hukum yang mempelajari bentuk-bentuk hukum pada kelompok-kelompok masyarakat atau Antropologi Ekonomi yang mempelajari gejala-gejala serta bentuk-bentuk perekonomian pada kelompok-kelompok masyarakat adalah dua contoh dari sekian banyak bentuk spesialasi dalam Antropologi Sosial-Budaya. Kebudayaan yang dimiliki oleh manusia juga dimiliki dengan cara belajar. Dia tidak diturunkan secara bilogis atau pewarisan melalui unsur genetis. Hal ini perlu ditegaskan untuk membedakan perilaku manusia yang digerakan oleh kebudayaan dengan perilaku mahluk lain yang tingkah-lakunya digerakan oleh insting. Ketika baru dilahirkan, semua tingkah laku manusia yang baru lahir tersebut digerakkan olen insting dan naluri. Insting atau naluri ini tidak termasuk dalam kebudayaan, tetapi mempengaruhi kebudayaan. Contohnya adalah kebutuhan akan makan. Makan adalah kebutuhan dasar yang tidak termasuk dalam kebudayaan. Tetapi bagaimana kebutuhan itu dipenuhi; apa yang dimakan, bagaimana cara memakan adalah bagian dari kebudayaan. Semua manusia perlu makan, tetapi kebudayaan yang berbeda dari kelompok-kelompoknya menyebabkan manusia melakukan kegiatan dasar itu dengan cara yang berbeda. Contohnya adalah cara makan yang berlaku sekarang. Pada masa dulu orang makan hanya dengan menggunakan tangannya saja, langsung menyuapkan makanan kedalam mulutnya, tetapi cara tersebut perlahan lahan berubah, manusia mulai menggunakan alat yang sederhana dari kayu untuk menyendok dan menyuapkan makanannya dan sekarang alat tersebut dibuat dari banyak bahan. Begitu juga tempat dimana manusia itu makan. Dulu manusia makan disembarang tempat, tetapi sekarang ada tempat-tempat khusus dimana makanan itu dimakan. Hal ini semua terjadi karena manusia mempelajari atau mencontoh sesuatu yang dilakukan oleh generasi sebelumya atau lingkungan disekitarnya yang dianggap baik dan berguna dalam hidupnya. Sebaliknya kelakuan yang didorong oleh insting tidak dipelajari. Semut semut yang dikatakan bersifat sosial tidak dikatakan memiliki kebudayaan, walaupun mereka mempunyai tingkah-laku yang teratur. Mereka membagi pekerjaannya, membuat sarang dan mempunyai pasukan penyerbu yang semuanya dilakukan tanpa pernah diajari atau tanpa pernah meniru dari semut yang lain. Pola kelakuan seperti ini diwarisi secara genetis. C. Pengaruh Budaya Dalam Perkembangan Antropologi Agar dapat dikatakan sebagai suatu kebudayaan, kebiasaan-kebiasaan seorang individu harus dimiliki bersama oleh suatu kelompok manusia. Para ahli Antropologi membatasi diri untuk berpendapat suatu kelompok mempunyai kebudayaan jika para warganya memiliki secara bersama sejumlah pola-pola berpikir dan berkelakuan yang sama yang didapat melalui proses belajar. Suatu kebudayaan dapat dirumuskan sebagai seperangkat kepercayaan, nilai-nilai dan cara berlaku atau kebiasaan yang dipelajari dan yang dimiliki bersama oleh para warga dari suatu kelompok masyarakat. Pengertian masyarakat sendiri dalam Antropologi adalah sekelompok orang yang tinggal di suatu wilayah dan yang memakai suatu bahasa yang biasanya tidak dimengerti oleh penduduk tetangganya. Dalam setiap masyarakat, oleh para anggotanya dikembangkan sejumlah pola-pola budaya yang ideal dan pola-pola ini cenderung diperkuat dengan adanya pembatasan-pembatasan kebudayaan. Pola-pola kebudayaan yang ideal itu memuat hal-hal yang oleh sebagian besar dari masyarakat tersebut diakui sebagai kewajiban yang harus dilakukan dalam keadaan-keadaan tertentu. Pola-pola inilah yang sering disebut dengan norma-norma, Walaupun kita semua tahu bahwa tidak semua orang dalam kebudayaannya selalu berbuat seperti apa yang telah mereka patokkan bersama sebagai hal yang ideal tersebut. Sebab bila para warga masyarakat selalu mematuhi dan mengikuti norma-norma yang ada pada masyarakatnya maka tidak akan ada apa yang disebut dengan pembatasan-pembatasan kebudayaan. Sebagian dari pola-pola yang ideal tersebut dalam kenyataannya berbeda dengan perilaku sebenarnya karena pola-pola tersebut telah dikesampingkan oleh cara-cara yang dibiasakan oleh masyarakat. BAB 3. PENUTUP A. Kesimpulan Antropologi adalah salah satu cabang ilmu pengetahuan sosial yang mempelajari tentang budaya masyarakat suatu etnis tertentu. Antropologi lahir atau muncul berawal dari ketertarikan orang-orang Eropa yang melihat ciri-ciri fisik, adat istiadat, budaya yang berbeda dari apa yang dikenal di Eropa. Terbentuklah ilmu antropologi dengan melalui beberapa fase. Antropologi lebih memusatkan pada penduduk yang merupakan masyarakat tunggal, tunggal dalam arti kesatuan masyarakat yang tinggal daerah yang sama, antropologi mirip seperti sosiologi tetapi pada sosiologi lebih menitik beratkan pada masyarakat dan kehidupan sosialnya. Perkembangan antropologi terdiri atas 4 tahap yaitu ; 1)  Fase Pertama (Sebelum tahun 1800-an) Sekitar abad ke-15-16, bangsa-bangsa di Eropa mulai berlomba-lomba untuk menjelajahi dunia. Mulai dari Afrika, Amerika, Asia, hingga ke Australia. Dalam penjelajahannya mereka banyak menemukan hal-hal baru. Mereka juga banyak menjumpai suku-suku yang asing bagi mereka. Kisah-kisah petualangan dan penemuan mereka kemudian mereka catat di buku harian ataupun jurnal perjalanan.  Fase Kedua (tahun 1800-an) Pada fase ini, bahan-bahan etnografi tersebut telah disusun menjadi karangan-karangan berdasarkan cara berpikir evolusi masyarakat pada saat itu. masyarakat dan kebudayaan berevolusi secara perlahan-lahan dan dalam jangka waktu yang lama. Mereka menganggap bangsa-bangsa selain Eropa sebagai bangsa-bangsa primitif yang tertinggal, dan menganggap Eropa sebagai bangsa yang tinggi kebudayaannya  Fase Ketiga (awal abad ke-20) Pada fase ini, negara-negara di Eropa berlomba-lomba membangun koloni di benua lain seperti Asia, Amerika, Australia dan Afrika. Dalam rangka membangun koloni-koloni tersebut, muncul berbagai kendala seperti serangan dari bangsa asli, pemberontakan-pemberontakan, cuaca yang kurang cocok bagi bangsa Eropa serta hambatan-hambatan lain.  Fase Keempat (setelah tahun 1930-an) Pada fase ini, Antropologi berkembang secara pesat. Kebudayaan-kebudayaan suku bangsa asli yang dijajah bangsa Eropa, mulai hilang akibat terpengaruh kebudayaan bangsa Eropa.

Rabu, 05 September 2012

  • PENGETAHUAN DASAR KEPROTOKOLAN DAN TATA CARA PENYUSUNAN ACARA
  • PROTOKOL Definisi menurut Encyclopedia Britanica ialah: “ tata cara / tata krama dalam hubungan antar negara dengan memperhatikan pangkat – kedududkan – titel yang resmi”. Definisi lain:“kumpulan peraturan dalam upacara yang dituruti dalam semua pergaulan internasional oleh (kapala negara, kepala pemerintahan, para menteri, dan diplomat) baik secara tertulis maupun tidak tertulis.
  • PROTOKOL Menurut UU No. 8/87 adalah serangkaian aturan dalam kenegaraan atau acara resmi yangmeliputi aturan mengenai: - tata tempat - tata upacara - tata penghormatan kepasa seseorang sesuai dengan jabatan atau kedudukannya dalam negara, pemerintahan atau masyarakat.
  • DALAM PRAKTEK SEHARI-HARI Protokol adalah petugas yang mengatur pelaksanaan jalannya upacara Protokoler adalah serangkaian aturan yang telah ditetapkan oleh protokol menurut aturan yang baku atau kelaziman.
  • KEPROTOKOLAN MELIPUTI 3 HAL:
    • Tata cara sebagaimana yang terdapat dalam upacara resmi kenegaraan, penandatanganan perjanjian, dan konferensi internasional. (Tata Upacara)
    • Tata krama dalam menempatkan, menyebut, memperlakukan seseorang sesuai dengan kedudukannya. (Tata Kehormatan)
    • Mengatur pengaturan tempat duduk dan urutan dalam upacata kenegaraan dalam jamuan makan dan lain-lain. (Tata Tempat)
  • RUANG LINGKUP PROTOKOL 1. Penerimaan Tamu 2. Kunjungan Tamu 3. Perjalanan ke daerah / luarnegeri 4. Pengaturan Rapat / Sidang 5. Penyelenggaraan Resepsi / Sidang 6. Penyelenggaraan Upacara 7. Pernyataan Selamat (congratulation) atau bela sungkawa (condolence)
  • HUBUNGAN PA/MC DENGAN PROTOKOL
  • PERBEDAAN PROTOKOL DAN PA/MC
    • Tugas Protokol adalah mengatur acara.

Kehidupan

setiap orang memiliki cita-cita dan tujuan,tergantung kitanya apakah kita berusaha untuk mengejar cita cita tersebut atau tidak.